Kompas dan Kota Baru Parahyangan mengadakan acara seminar yang bertajuk, "LEGO ERGO SCIO", saya baca maka saya tahu. Acara yang berlangsung pada hari rabu tanggal 19 Maret 2014 ini di buka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Rektor Unisba, Prof. Dr. dr. M Thaufiq S Boesoeri Ms.,Sp.,THT.,KLK.
Myrna Ratna, adalah salah satu narasumber yang memberikan materi pada acara tersebut. Dengan judul "Budaya Membaca dan Proses Kreatif". Menurutnya buku membuat hidup ini memiliki mimpi yang tidak hanya sekedar untuk kuliah atau bekerja. Buku-buku itu juga memberi semacam formasi dasar kesukaan seseorang terhadap suatu hal. Diantaranya ada tiga faktor yang berpengaruh pada proses kreatif seseorang; Baca buku, observasi, menulis. Itu semua adalah senjata untuk menghadapi kehidupan.
Budaya membaca buku akan menuntut pada keberanian bermimpi dan berimajinasi juga bercita-cita. Buku juga menuntun untuk mengamati, mengeksplorasi dan menjelajah. Dan berbagai novel sastra yang di baca akan menjadi inspirasi yang mempengaruhi kehidupan. End.
Rabu, 18 Juni 2014
TAKING TIME
by
Nadia Ushfuri Amini
Didunia ini, ada laki-laki yang ingin menyandingmu tapi dia merasa tak mampu, ada.
Ada, diantara perjalanan-pertemuan mu selama ini dengan seseorang, ada laki-laki yang sedari dulu memperhatikanmu sembunyi-sembunyi. Ada. Diantara banyak pertemuan, rasanya berpapasan sesekali pasti terjadi. Tapi siapa sangka, didunia ini banyak cinta berada di tempat yang sama, pada jarak yang tak pernah jauh, namun belum tentu mereka bertemu. Ia adalah laki-laki yang tak jauh darimu, yang kamu kenal tapi tak pernah kamu kira bagaimana hatinya. Ia yang setiap saat menghitung-hitung waktu, menghitung mundur batas waktu yang di buat dalam hidupnya sendiri.
Hendak meminta waktu kepadamu, itu sama hal nya memintamu menunggu. Anti bagi laki-laki seperti itu untuk memintamu menunggu. Kapanpun kamu siap, laki-laki haruslah siap. Pada hari terakhir batas waktu yang telah ia buat, ia duduk menyendiri pada sudut-sudut ruangan masjid. Diam sampai pada waktu shalat berikutnya. Aku yang beberapa saat kembali dan menemuinya dalam keadaan yang sama, bertanya mengapa. “Manusia memiliki batas waktu, hidup pun memiliki batas waktu, sebaik-baiknya mengisi waktu adalah dengan hal yang terbaik”
Aku memperhatikan kesedihannya.
“Masih ada waktu, terlambat adalah kata-kata orang putus asa”, aku menyemangatinya. Kemudian pergi membiarkannya sendiri.
Sumber: http://kurniawangunadi.tumblr.com/post/47820255205/cerpen-meminta-waktu
Latest Post
LEGO ERGO SCIO
by
Nadia Ushfuri Amini
LEGO ERGO SCIO
