Rabu, 18 Juni 2014

TAKING TIME


Didunia ini, ada laki-laki yang ingin menyandingmu tapi dia merasa tak mampu, ada. 

Ada, diantara perjalanan-pertemuan mu selama ini dengan seseorang, ada laki-laki yang sedari dulu memperhatikanmu sembunyi-sembunyi. Ada. Diantara banyak pertemuan, rasanya berpapasan sesekali pasti terjadi. Tapi siapa sangka, didunia ini banyak cinta berada di tempat yang sama, pada jarak yang tak pernah jauh, namun belum tentu mereka bertemu. Ia adalah laki-laki yang tak jauh darimu, yang kamu kenal tapi tak pernah kamu kira bagaimana hatinya. Ia yang setiap saat menghitung-hitung waktu, menghitung mundur batas waktu yang di buat dalam hidupnya sendiri.

Hendak meminta waktu kepadamu, itu sama hal nya memintamu menunggu. Anti bagi laki-laki seperti itu untuk memintamu menunggu. Kapanpun kamu siap, laki-laki haruslah siap. Pada hari terakhir batas waktu yang telah ia buat, ia duduk menyendiri pada sudut-sudut ruangan masjid. Diam sampai pada waktu shalat berikutnya. Aku yang beberapa saat kembali dan menemuinya dalam keadaan yang sama, bertanya mengapa. “Manusia memiliki batas waktu, hidup pun memiliki batas waktu, sebaik-baiknya mengisi waktu adalah dengan hal yang terbaik”

Aku memperhatikan kesedihannya. 

“Masih ada waktu, terlambat adalah kata-kata orang putus asa”, aku menyemangatinya. Kemudian pergi membiarkannya sendiri. 

Sumber:  http://kurniawangunadi.tumblr.com/post/47820255205/cerpen-meminta-waktu

 

~ 0 komentar: ~

~ Posting Komentar ~

+

Blogger templates

Blogroll

Nadia Ushfuri Amini

Hello. My name is Nadia Ushfuri Amini. I love my family, so much interested in travelling, fashion, sketching, language, philosophy and photography. I love shaun the sheep. And here is my digital diary. Contact: @nadiaushfuri