I love my family, so much interested in travelling, fashion, sketching, language, philosophy and photography. I love shaun the sheep. And here is my digital diary. Contact: @nadiaushfuri
Didunia ini, ada laki-laki yang ingin menyandingmu tapi dia merasa tak mampu, ada.
Ada, diantara perjalanan-pertemuan mu selama ini dengan seseorang,
ada laki-laki yang sedari dulu memperhatikanmu sembunyi-sembunyi. Ada. Diantara banyak pertemuan, rasanya berpapasan sesekali pasti terjadi.
Tapi siapa sangka, didunia ini banyak cinta berada di tempat yang sama,
pada jarak yang tak pernah jauh, namun belum tentu mereka bertemu. Ia adalah laki-laki yang tak jauh darimu, yang kamu kenal tapi tak
pernah kamu kira bagaimana hatinya. Ia yang setiap saat
menghitung-hitung waktu, menghitung mundur batas waktu yang di buat
dalam hidupnya sendiri.
Hendak meminta waktu kepadamu, itu sama hal nya memintamu menunggu.
Anti bagi laki-laki seperti itu untuk memintamu menunggu. Kapanpun kamu
siap, laki-laki haruslah siap. Pada hari terakhir batas waktu yang telah ia buat, ia duduk
menyendiri pada sudut-sudut ruangan masjid. Diam sampai pada waktu
shalat berikutnya. Aku yang beberapa saat kembali dan menemuinya dalam
keadaan yang sama, bertanya mengapa. “Manusia memiliki batas waktu, hidup pun memiliki batas waktu, sebaik-baiknya mengisi waktu adalah dengan hal yang terbaik”
Aku memperhatikan kesedihannya.
“Masih ada waktu, terlambat adalah kata-kata orang putus asa”, aku menyemangatinya. Kemudian pergi membiarkannya sendiri.
Hello. My name is Nadia Ushfuri Amini. I love my family, so much interested in travelling, fashion, sketching, language, philosophy and photography. I love shaun the sheep. And here is my digital diary. Contact: @nadiaushfuri
~ 0 komentar: ~
~ Posting Komentar ~